Customer Service
YM: cs.siapnikah
   Site Statistics
 
Members in Last Week:0
Total Male Members:2483
Total Female Members:1805
Pictures in Last Week:0
Members online:0
YM User Online0


   News
 
Say No To "Pacaran"
Jul 19, 2012

Jaga mata, jaga hati kita untuk mendapatkan jodoh dengan cara yang halal.

Laki-laki sejati mendatangi Ayah Anda dan bukan hanya mendekati anda untuk...more

selamat untuk member yang telah menemukan jodoh
Jun 08, 2011

karena kesibukan mhn maaf belum meng-update news atau pun artikel atau mengupdate rekan-rekan yg sudah mendapatkan jodohnya; kebetulan teringat, kami ingin mengucapkan...more

Jangan Obral Diri, Respect Urself
Apr 26, 2011

Berikhtiar dengan Cerdas dan Santun

Assalamualaikum wr.wb
Dear member skalian,

Postingan ini...
more

Paket Baru Silver
Aug 03, 2010

Kini tersedia paket keanggotaan silver untuk anggota yang ingin upgrade dengan biaya ringan. Rp 50.000,00 , semua feature sama dengan Keanggotaan Gold,...more

All News

   Articles
 
Golongan yang dinaungi Allah
May 29, 2010

Sahabat , ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan- Nya. Sebuah pertanyaan buat kita semua, sudahkah...more

Cintai Aku Apa Adanya
May 29, 2010

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya...more

Hati2 dengan Ikhwan Genit (Mengajak Ta'aruf Ga Jelas)
May 29, 2010

From : Group Ahmad Tukiran Maulana Da'i Keliling
By : Ibn Chaldn

Hai cewek, ups! Oh Assalamu’alaikum ukh,...more

Romantisnya Rasulullah
May 25, 2010

==========================

==========================
Puisi Suami yang Minta Ijin Poligami
Istriku,
Jika engkau bumi, akulah matahari
Aku menyinari kamu
Kamu mengharapkan akumore

Mengapa Saya Berhijab …. ?(sebuah kisah nyata)●●
May 25, 2010

Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti, saya HANYA ingin pulang, kembali ke ALLAH … yang dapat saya rasakan adalah sudah bukan waktunya lagi...more

Hukum Seorang Wanita Menambahkan Nama Suaminya di Belakang Namanya
May 25, 2010

April 28th, 2010 | Author: Ummu Shofiyyah al-Balitariyyah


Setelah menikah, terkadang seorang wanita mengganti namanya belakangnya atau nama...more

Jadilah Engkau Buminya, Maka Dia Senantiasa Menjadi Langitmu
May 25, 2010

Assalaamu'alaykum Wr.Wb.Akhwat dan Ikhwan Fillah, Bismillaahirrohmaanirrohiim.........


Sejak pernikahan itu, kita sudah berada dalam sebuah ikatan perjanjian yang berat yang disebut dalam Al-Qur'an...more



   Success Stories
 
Telah Bertemu Jodoh

by TTriono

Terima kasih atas segala bantuan dan fasilitas yang telah diberikan selama ini. Saya merasa fasilitas yang tersedia sungguh luar biasa...

more
All Stories

   Link Islami
  
I am a
seeking a
who is from  
to
who has a photo     
    
     
Articles
Back  
Pernikahan ?
Jul 13, 2009

Pernikahan dianggap sebagai titik balik penting di dalam kehidupan seseorang. Setiap pemuda atau pemudi berharap bertemu dengan idamannya. Pasangan yang baik menjadi tujuan utama dalam hidup dan orang-orang muda nyaris "terindoktrinasi" akan pentingnya menemukan pasangan yang baik bagi dirinya. 

Namun pada dasarnya, hubungan antara pria dan wanita tidak mempunyai landasan yang kokoh di masyarakat jahiliyah yakni masyarakat yang di mana anggotanya tidak menerima jalan hidup yang qurani.

"Persahabatan" adalah semata hubungan romantis di mana kedua jenis kelamin mencari kepuasan emosional. Sedangkan, pernikahan biasanya didasarkan pada keuntungan materiil timbal balik. 

Banyak wanita berupaya mendapatkan "pria yang sukses" karena mengharapkan standar kehidupan yang tinggi. Dengan tujuan semacam itu, seorang gadis muda dapat dengan mudah menerima seorang yang tidak ia cintai sebagai pasangan seumur hidup. Sebaliknya, yang dicari seorang pria pada seorang wanita seringkali adalah "wajah yang cantik".

Namun sudut pandang masyarakat jahiliyah ini mengabaikan sebuah fakta teramat penting: semua nilai kebendaan pada akhirnya pasti tumpas. Allah dapat menarik kembali kekayaan seseorang dengan seketika. Begitu pula, hanya perlu beberapa detik untuk kehilangan wajah yang cantik. 

Misalnya, jika kita setiap hari pergi dan pulang bekerja di kota besar, kapan saja kita dapat terkena kecelakaan yang mungkin meninggalkan bekas luka yang tetap dan mengerikan di wajah. Sementara itu, waktu menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki terhadap kesehatan, kekuatan, dan kecantikan kita. 

Di bawah kondisi yang tidak dapat diramalkan seperti itu, apa konsekuensi dari sistem yang murni berlandaskan nilai-nilai materialistik? Misalnya, bayangkan seorang pria yang menikahi seorang wanita hanya karena dia terkesan akan parasnya yang cantik. Apa yang akan dipikirkannya jika wajah wanita itu rusak parah karena kecelakaan? Akankah ia meninggalkan wanita itu ketika mulai muncul keriput di wajahnya? Jawabannya tidak diragukan akan mengungkapkan dasar pemikiran materialistik yang tidak masuk akal.

Sebuah pernikahan menjadi berharga tatkala dimaksudkan semata untuk mencapai keridhaan Allah. Jika tidak, pernikahan akan menjadi beban baik di dunia ini maupun di alam setelahnya. Jika pun tidak di dunia ini, manusia pada akhirnya akan memahami di hari akhirat, bahwa ini bukanlah jalan yang patut bagi jiwa manusia. Namun, saat itu sudah terlambat; pada hari penghisaban, dia akan menjadikan istrinya, yang dekat dengannya di dunia ini, sebagai tebusan bagi keselamatan dirinya. Kengerian pada hari itu akan membuat semua hubungan di dunia ini kehilangan arti. Allah memberikan penuturan rinci tentang hubungan antara anggota-anggota keluarga pada hari akhirat pada ayat berikut:

  Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya. (QS. Al Ma'aarij: 11-13)


Jelaslah dari ayat ini bahwa manusia tidak lagi akan mengikatkan kepentingan apa pun kepada wanita, teman, saudara lelaki atau perempuan, pada hari penghisaban. Dalam upaya mereka yang mati-matian untuk diselamatkan, setiap orang sudi menjadikan keluarga dekat atau kerabatnya sebagai tebusan bagi keselamatan mereka sendiri. Lebih-lebih lagi, orang-orang ini akan kutuk-mengutuk karena mereka tidak pernah saling mengingatkan tentang akhir mengerikan seperti itu. Di dalam Al Quran, diceritakan tentang Abu Lahab yang menerima azab selama-lamanya di dalam neraka bersama istrinya:

  Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut. (QS. Al Lahab, 111: 1-5)


Jenis pernikahan yang diterima Allah adalah yang didasarkan pada kriteria yang sama sekali berbeda. Berlawanan dengan pernikahan yang lazim di masyarakat jahiliyah, di mana orang-orang tidak mengindahkan akan memperoleh keridhaan Allah, kriterianya bukanlah uang, ketenaran, atau kecantikan, namun sebuah pernikahan ditujukan untuk mencapai keridhaan Allah. 

Bagi orang-orang mukmin, satu-satunya kriteria adalah ketakwaan, yakni 'menjauhi segala yang dilarang, melakukan segala yang disuruh, dan takut kepada Allah. Begitu pula, seorang mukmin hanya dapat menikahi seseorang yang menunjukkan ketaatan yang penuh kepada Allah. Orang-orang mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan di dalam pernikahan ini. Berikut adalah ayat yang bersangkut paut dengan ini:

 
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Ruum, 30: 21)

Dengan ketakwaan sebagai ikatan satu-satunya, orang-orang mukmin pastilah akan memperoleh kehidupan yang menyenangkan di Hari Akhirat. Tatkala mereka saling memperingatkan akan kebajikan dan saling membimbing ke surga sepanjang hidup mereka, mereka juga akan menjadi teman dekat selamanya. Hubungan mereka adalah seperti yang digambarkan berikut ini:

  Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. At-Taubah, 9: 71)